Copyright 2021 © 7-Lifestyle part of Tanah Impian All Right Reserved

7-Lifestyle: Culinary
Showing posts with label Culinary. Show all posts
Showing posts with label Culinary. Show all posts

Wednesday, January 4, 2023

Culinary - As Ritual, Entertainment, Medicine and Poison

January 04, 2023
Culinary - As Ritual, Entertainment, Medicine and Poison
Makanan Sehat
Kampoeng Dreamland (7-LifestyleEconomical Shopping - Eating and drinking for most people is just a necessity of life.

But not for the Javanese who still adhere to Javanese Local Wisdom.

Eating and Drinking can be interpreted as Ritual, Entertainment, also Medicine and Poison at the same time.

My late mother always included food in healing her children.

This he always did when his children were sick. Besides bringing the concoction of medicine, he also asked his sick child, "What do you want to eat?"

Surprisingly, our illness was not prolonged, aka immediately healed.

He once advised me, "If one day you really want to eat or drink anything? So don't delay, eat or drink what you want right away. Because there is medicine in it."

Once upon a time, I visited a friend's house who was sick. He felt weak, and when I was talking with him, he suddenly said he wanted to eat Jengkol.

Even though as far as I know, he hates Jengkol the most. Never mind eating, seeing and smelling it, he's already angry.

So I immediately asked permission to leave for a while. Secretly, I actually wanted to buy him Jengkol.

Sure enough, when I returned to his house, with Jengkol. He immediately took rice, and ate his Jengkol with enthusiasm.

After an hour, he seemed to be healthy from his illness for 3 days.

And unexpectedly, after 2 days, he reported that from the doctor and laboratory tests, he had blood sugar.

Where Jengkol is one of the most effective drugs to lower blood sugar levels.

That's a glimpse of my experience, addressing culinary.

Photo: Special


Bahasa Indonesia
Kuliner sebagai Ritual, Hiburan, Obat dan juga sekaligus Racun.

Makan dan Minum bagi sebagian besar orang hanya merupakan kebutuhan hidup.

Tapi tidak untuk orang Jawa yang masih memegang teguh Kearifan Lokal Jawa.

Makan dan Minum bisa diartikan sebagai Ritual, Hiburan, juga Obat dan sekaligus Racun.

Almarhum Ibu saya selalu menyertakan makanan dalam menyembuhkan anak-anaknya.

Hal ini selalu ia lakukan ketika anak-anaknya sedang sakit. Selain ia membawakan obat racikannya, ia pun tanya kepada anaknya yang sedang sakit, "Kamu lagi ingin makan apa?"

Anehnya, sakit kita pun tidak berkepanjangan, alias langsung sembuh.

Ia pernah berpesan kepada saya, "Jika satu saat kamu ingin sekali makan atau minum apa saja?, Maka jangan ditunda, langsung makan atau minum keinginan mu itu. Karena ada obat di dalamnya"

Pernah satu saat, saya berkunjung ke rumah teman yang sedang sakit. Dirinya merasa lemas, dan saat saya sedang berbincang bersamanya, tiba-tiba ia bilang ingin makan Jengkol.

Padahal setahu saya, dirinya paling benci dengan Jengkol. Jangankan makan, melihat dan tercium baunya saja, ia sudah marah-marah.

Lantas langsung saja saya minta izin keluar sebentar. Diam-diam sebetulnya saya mau membelikan dirinya Jengkol.

Benar saja, saat saya kembali ke rumahnya, dengan membawa Jengkol. Ia langsung mengambil nasi, dan memakan Jengkolnya dengan semangat.

Selang satu jam, ia seperti sudah sehat dari sakitnya selama 3 hari.

Dan tidak disangka, selang 2 hari, ia mengabarkan, bahwa dari dokter dan tes laboratorium, ia terkena gula darah.

Dimana Jengkol adalah salah satu obat termanjur untuk menurunkan kadar gula darah.

Begitulah sekilas pengalaman saya, menyikapi kuliner.

Minuman Sehat


Foto : Istimewa

Nasi Goreng and Bakmi Goreng

January 04, 2023
Nasi Goreng and Bakmi Goreng
Kampoeng Dreamland (7-LifestyleEconomical Shopping -Indonesian Cuisine - Fried Rice and Fried Noodles.

Initially, the most famous Indonesian dish in the world is Nasi Goreng. It has been proven that in many countries, they still write in their menu books according to their original names Nasi Goreng and Bakmi Goreng. Not changed to Fried rice and Fried noodles.

Oh yes, in restaurants in Germany, when I was there, between 1979 - 2006, they called it Nasi Goreng and also Bakmi Goreng. They didn't change it to Gebratener Reis and Gebratene Nudeln.

If you want Nasi Goreng recipes, as well as other Indonesian recipes, please visit "Blog of Nasi Goreng"

Our Recipe Collection

Photo: Special


Bahasa indonesia
Nasi Goreng dan Bakmi Goreng

Awalnya Masakan Indonesia yang paling terkenal di seluruh dunia adalah Nasi Goreng. Terbukti di banyak Negara, mereka tetap menulis dalam buku menu mereka sesuai nama aslinya Nasi Goreng dan Bakmi Goreng. Tidak diganti menjadi Fried rice dan Fried noodles.

Oh iya di Resto-resto di Jerman, pada saat saya di sana, antara tahun 1979 - 2006, mereka menyebutnya dengan Nasi Goreng dan juga Bakmi Goreng. Mereka tidak mengubahnya menjadi Gebratener Reis dan Gebratene Nudeln.


Jika Anda ingin resep membuat Nasi Goreng, serta resep-resep masakan Indonesia lainnya, silahkan kunjungi  "Blog dari Nasi Goreng"

Foto : Istimewa

Es Teler means Drunk Ice

January 04, 2023
Es Teler means Drunk Ice
Kampoeng Dreamland (7-LifestyleEconomical Shopping - Es Teler is known, or became famous in the 1979s.

Starting from an Avocado Ice seller, who hung around the area between Cikini and Cikditiro Streets.

I don't know where the idea for the Avocado Ice Seller came from, to add Avocado Ice to his wares with various types of jelly and coconut shavings, as well as sliced Jackfruit.

Suddenly, his Es Avocado became a topic of conversation among teenagers, so that his Es Avocado was well known throughout the city of Jakarta, and in the end, it became known throughout Indonesia.

Coincidentally, at that time I was still in high school not far from the location of the trader, and when I came home from school, many high school students from various areas of Jakarta came to buy it.

It was so delicious, the customers agreed to dub the Es Avocado into "Es Teler".

"Teler" is not in the Indonesian dictionary. But at that time, among teenagers, the Teler vocabulary became synonymous with the Drunken vocabulary.

If you want a recipe for Es Teler, as well as other Indonesian drink recipes, please visit the "Blog of Es Teler"

More Ice:

Photo: Special


Bahasa Indonesia
Es Teler dikenal, atau mulai terkenal pada tahun 1979-an.

Bermula dari seorang pedagang Es Alpukat, yang mangkal di seputaran antara Cikini dan Jalan Cikditiro.

Entah darimana ide sang Penjual Es Alpukat tersebut, untuk menambahkan Es Alpukat dagangannya dengan berbagai jenis jeli dan serutan kelapa, serta irisan buah Nangka.

Tiba-tiba saja Es Alpukat buatannya menjadi buah bibir, di kalangan remaja, sehingga Es Alpukat buatannya sangat dikenal di seluruh kota Jakarta, dan pada akhirnya dikenal di seluruh Indonesia.

Kebetulan saat itu saya masih duduk di bangku SMA yang tidak jauh dari lokasi Pedagang tersebut, dan saat pulang sekolah banyak sekali siswa SMA dari berbagai wilayah Jakarta yang datang untuk membelinya.

Sangking enaknya, para pelanggan sepakat menjuluki Es Alpukat tersebut menjadi "Es Teler".

"Teler" memang tidak ada dalam kamus Bahasa Indonesia. Tapi saat itu di kalangan remaja, kosa kata Teler menjadi sinonim dengan kosa kata Mabuk.

Jika Anda ingin resep membuat Es Teler, serta resep-resep Minuman Indonesia lainnya, silahkan kunjungi  "Blog dari Es Teler"


Foto : Istimewa